Gila Bola – Barcelona bisa bangkrut jika gagal menyepakati pemotongan gaji yang cukup signifikan di skuad utama mereka sebelum Kamis (5/11) pekan depan.

Krisis akibat pandemi telah memberi dampak serius pada perekonomian klub-klub besar Eropa saat ini. Tapi, tak diragukan, Barca menjadi salah satu klub yang mendapat pukulan paling parah akibat situasi ini.

Raksasa Catalan menderita masalah besar dalam hal likuiditas mereka, setelah kompetisi sepak bola dihentikan sementara pada Maret lalu. Walau kegiatan kemudian dilanjutkan kembali tiga bulan kemudian, namun seluruh pertandingan harus digelar tanpa penonton dan klub harus lakukan beberapa penyesuaian terkait normalitas baru di dunia sepak bola.

Itulah mengapa Barca benar-benar harus lakukan pemotongan gaji. Menurut Barca Noticias yang melansir informasi RAC1, Barca akan benar-benar bangkrut jika mereka tak bisa mengelola keuangan mereka – termasuk menetapkan pemotongan gaji, sebelum Kamis pekan depan. Raksasa Catalan itu diharuskan membendung pengeluaran dari sektor pembayaran gaji hingga 190 Juta Euro atau sekitar Rp 3,2 Trilyun.

Berita Bola Terbaru:
Barcelona: Potong Gaji 30 Persen atau Bangkrut!
Arsenal Ungkap Update Pemain Cedera Jelang Tandang ke Manchester United
Luis Suarez Absen Membela Atletico di Kandang Osasuna
Pep Guardiola Berharap Liga Premier Berlakukan Lagi Lima Pergantian Pemain

Pada Jumat (30/10) pekan ini, Barcelona telah lakukan pertemuan yang diikuti para pengacara klub dan para pemain sepak bola, di mana mereka telah memulai negosiasi yang harus membuahkan hasil. Negosiasi tersebut pun harus dilakukan dengan cara yang sangat cepat untuk hindari konsekuensi besar, meskipun tak muda untuk membicarakan pemotongan gaji sebesar 30 persen dan itu harus disepakati sebelum 5 November mendatang.

Jika tak tercapai kesepakatan antara klub dan para pemain, maka kebangkrutan akan terjadi pada Januari 2021. Selain itu, kasus spesifik dari sejumlah pemain sepak bola juga harus diperhitungkan, dan Lionel Messi-lah yang paling mengkhawatirkan.

Pasalnya, jika Messi tak memutuskan untuk perbarui kontraknya dan memperpanjang kontrak tersebut hingga setelah tahun 2021, maka klub harus bayarkan sejumlah bonus penting di akhir karirnya bersama Barcelona. Tentunya, ini akan makin memberatkan perekonomian klub.

Carles Tusquets, presiden komite manajemen Barca yang ditunjuk setelah Josep Maria Bartomeu dan staf direksinya mengundurkan diri, sudah memperingatkan pada tengah pekan ini bagaimana rumitnya situasi klub saat ini. “Perhatiaan utama kami saat ini adalah masalah ekonomi. Pandemi telah memberi dampak sangat besar bagi Barcelona. Klub ini tergantung pada sektor pariwisata yang sekarang tidak berjalan,” ujar Tusquets.

Faktanya, presiden sementara Blaugrana itu telah bertemu dengan Bartomeu, di mana ia dapatkan sejumlah informasi mengenai sebagian dari rencana penyesuaian ekonomi yang semula akan dilakukannya.

“Situasinya saat ini tidak nyaman, kami harus mengorek ide dari pertemuan sebelumnya tentang bagaimana memperbaiki situasi yang akan mempengaruhi kami,” tambahnya.

Satu hal yang harus diingat, Barcelona akan terus alami penurunan pendapatan, setidaknya di sepanjang musim ini.

Sumber: Barcelona: Potong Gaji 30 Persen atau Bangkrut!
Berita Bola
Video Berita Bola
Video Cerita Bola